ava mozillians

ava reps

Mari Bermain dan Belajar tentang Enkripsi dengan Codemoji

Baru-baru ini, Mozilla meluncurkan sebuah tool atau aplikasi baru untuk mengajak kita bermain sekaligus belajar tentang Enkripsi, yaitu Codemoji. Setelah mencoba, saya harus mengakui ini adalah sebuah aplikasi berbasis web yang sangat menarik. Bahkan akan sangat menyenangkan apabila bisa diperkenalkan ke lingkup pendidikan, terutama sekolah-sekolah. Banyak dari kita yang mungkin selama ini hanya sekedar menggunakan aplikasi tanpa memperdulikan bagaimana aplikasi tersebut bekerja, dan apakah keamanan kita dijaga dengan baik. Sebut saja aplikasi berkirim pesan, misalnya Whatsapp, Blackberry Messenger, WeChat, Line App, dan populer belakangan ini seperti Telegram. Apakah kita sudah memperhatikan keamanan aplikasi-aplikasi tersebut? Apakah pesan yang kita kirim sudah di enkripsi, agar keamanan pesan kita terjaga?

Berikut adalah penjelasan tentang Enkripsi yang kami sadur dari website Wikipedia.

"Di bidang kriptografi, enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus. Dikarenakan enkripsi telah digunakan untuk mengamankan komunikasi di berbagai negara, hanya organisasi-organisasi tertentu dan individu yang memiliki kepentingan yang sangat mendesak akan kerahasiaan yang menggunakan enkripsi. Di pertengahan tahun 1970-an, enkripsi kuat dimanfaatkan untuk pengamanan oleh sekretariat agen pemerintah Amerika Serikat pada domain publik, dan saat ini enkripsi telah digunakan pada sistem secara luas, seperti Internet e-commerce, jaringan Telepon bergerak dan ATM pada bank."

Jadi enkripsi pada dasarnya sudah sering kita temui pada kehidupan kita sehari-hari, hanya saja seringkali kita tidak menyadarinya. Contohnya adalah ketika kita menggesek kartu ATM atau Kartu Kredit, angka-angka yang dimasukkan adalah angka-angka yang sudah di enkripsi menjadi kode-kode atau sandi.

Jadi lewat Codemoji, Mozilla mengajak kita untuk lebih memahami pentingnya Enkripsi, terutama dalam kehidupan online kita. Untuk mempelajari lebih jauh tentang Enkripsi dan juga berpartisipasi bersama Mozilla, kamu bisa cek website Advokasi Mozilla.


HOW TO PLAY

Bagaimana bermain dengan Codemoji? Sangat Mudah!

1. Buka website Codemoji

2. Tulis pesan kamu pada kolom kiri (merah), lalu pilih emoji di kolom tengah (abu-abu) sebagai kunci yang digunakan untuk membuka enkripsi pesan kamu. Jadi misalnya saya membuat pesan "Mountain View, California" sebagai pesan yang akan saya enkripsi. Kemudian saya memilih emoji "Piala". Nah kemudian "Piala" ini yang akan kita jadikan sebagai hint atau petunjuk. Jadi misalnya pertanyaannya adalah "Dimanakah letak kantor pusat Mozilla?". Lalu saya memberi petunjuk/hint, "Tanda penghargaan untuk sebuah prestasi". Sehingga untuk bisa membuka pesan yang sudah di enkripsi, user harus memilih emoji yang tepat, dengan cara mencari berdasarkan petunjuk/hint dari kita. Apabila user berhasil memilih emoji yang tepat, maka pesan yang di enkripsi akan tampil di kolom kanan (putih).

3. Bagikan link Codemoji kamu ke teman-teman kamu, tantang mereka untuk memecahkan kode kamu!


Begitulah cara menggunakan atau bermain dengan Codemoji. Sangat mudah bukan? Ayo dicoba! :D (YS)

Mozilla Community Space Jakarta Resmi Dibuka

Berfokus Pada Edukasi dan Kolaborasi Bersama Pengembang Lokal

Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 13 Mei 2016 - Mozilla Community Space Jakarta secara resmi dibuka Jumat, 13 Mei 2016. Ini merupakan ruang komunitas keempat di Asia setelah Taipei (Taiwan), Bangalore (India), dan Manila (Filipina). Berlokasi di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Mozilla Community Space Jakarta difokuskan sebagai ruang edukasi dan pelatihan mengenai teknologi internet dan tempat kolaborasi bersama komunitas pengembang lokal.

Mozilla Community Space Jakarta bukan kantor Mozilla di Indonesia, melainkan sebuah ruang komunitas yang dikelola oleh Komunitas Mozilla Indonesia dengan dukungan Mozilla. “Mozilla Community Space Jakarta merupakan wadah yang didukung langsung oleh Mozilla, bekerjasama dengan rekan­rekan Komunitas Mozilla Indonesia. Ruang komunitas ini hadir sebagai wadah—terutama bagi rekan­rekan pengembang web. Ruang komunitas ini gratis dan terbuka untuk digunakan bagi kegiatan lokakarya dan pelatihan. Semoga ruang komunitas ini bisa bermanfaat untuk banyak orang, terutama mencerdaskan teman­teman yang datang dan hadir di setiap a cara yang berlangsung di sini,” ucap Yofie Setiawan, Mozilla Representative dari Jakarta sekaligus Space Manager dari Mozilla Community Space Jakarta.

Sebagai wujud rasa syukur dan perayaan atas hadirnya Mozilla Community Space Jakarta, Komunitas Mozilla Indonesia menggelar malam pembukaan pada hari Jumat, 13 Mei 2016. Acara pembukaan berlangsung di Workroom, Jalan Cikini No. 9 Jakarta Pusat, mulai pukul 19:00 WIB. Selain mengundang pegiat komunitas pengembang lokal, acara ini juga dihadiri oleh para rekanan serta wartawan media cetak maupun elektronik.

Dalam malam pembukaan ini hadir pula Brian King, Participation Partnership dari Mozilla yang datang untuk meresmikan Mozilla Community Space Jakarta. “Mozilla membuka ruang komunitas fisik keempat yang dijalankan oleh sukarelawan di Jakarta, setelah Bangalore, Manila, dan Taipei. Satu ruang komunitas lainnya akan segera dibuka di Berlin. Mengapa Jakarta? Komunitas Mozilla di sini adalah salah satu komunitas kami yang paling aktif di dunia, yang telah berakar dan memiliki jejaring kuat di ranah teknologi. Indonesia adalah negara yang penting dengan kehadiran di web yang dinamis, dan kami ingin terlibat dengan lebih banyak pihak untuk membuat pengalaman daring yang lebih baik untuk semua orang,” kata Brian.

“Ruang komunitas ini tak hanya diperuntukkan bagi para Mozillians saja. Tempat ini merupakan wadah untuk menyelenggarakan banyak acara. Kami akan mengadakan presentasi, lokakarya, dan ­jenis acara yang lain untuk melibatkan diri dengan beragam komunitas di Jakarta. Kami akan bekerja sama dengan organisasi lain yang selaras dengan misi Mozilla untuk menjaga internet sebagai sumber daya publik global untuk membuka kemungkinan mereka mempergunakan ruang komunitas ini dan mengerjakan ­proyek bersama Mozilla. Marilah bergabung bersama kami!” ajaknya.

Selain dibuka untuk mengadakan acara yang berkaitan dengan Mozilla dan ragam kegiatan lain yang berfokus pada teknologi, Komunitas Mozilla Indonesia juga mengundang komunitas open source lainnya untuk berkolaborasi dalam berbagai bidang dengan mengadakan bermacam-­macam kegiatan di Mozilla Community Space Jakarta.

Flickr Album

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Dian Ina Mahendra
Community Relations Manager
Mozilla Community Space Jakarta
E: Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya
T: +62816557684

Irayani Queencyputri
Mozilla Event Manager
Mozilla Community Space Jakarta
E: Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya
T: +628119852317

Komitmen Mozilla akan Akses Internet Inklusif

Mengembangkan internet dan mempertahankan keterbukaannya merupakan kunci perkembangan global yang patut, berkelanjutan, dan inklusif. Internet akan menjadi sangat kuat ketika semua orang - tanpa batasan jenis kelamin dan geografi - bisa berpartisipasi secara bersama-sama.

Hari ini Mozilla mengumumkan dua komitmen untuk membantu membuat akses internet universal menjadi kenyatakan sebagai bagian dari aksi global U.S. State Department’s Global Connect Initiative, bekerja sama dengan World Bank dan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE):

  • Mozilla akan meluncurkan tantangan publik tahun ini untuk mendorong inovasi dan solusi sama-rata untuk menyediakan akses yang terjangkau dan literasi digital. Tujuannya adalah untuk mendorong pemikiran baru yang praktikal dan berorientasi tindakan menuju debat masa kini tentang bagaimana menghubungkan orang-orang yang belum terhubung di dunia ini.
  • Sebagai tambahan, Mozilla sedang membangung pusat kegiatan global untuk membantu lebih banyak wanita belajar untuk membaca, menulis, dan berpartisipasi daring. Selama 5 tahun ke belakang, relawan Mozilla telah memulai lebih dari 100 klub dan mengadakan lebih dari 500 acara lokal di 90 negara untuk mengajarkan literasi digital. Menilik model ini, Mozilla sekarang sedang bekerja sama dengan U.N. Woman untuk mengadakan klub khusus wanita dan anak-anak perempuan di Kenya dan Afrika Selatan. Ini merupakan langkah selanjutnya untuk membangun sebuah pusat kegiatan global.

“Menghubungkan yang belum terhubung merupakan tantangan terbesar pada jaman sekarang, dan kita semua harus bersatu untuk mewujudkannya. Kita akan membutuhkan korporasi, pemerintah, dan upaya pilantropis untuk memastikan bahwa internet sebagai sumber daya publik terbesar di dunia ini benar-benar terbuka dan bisa diakses semua kalangan. Kami sangat senang melihat sinyal bagus dari komitmen kolaborasi dengan Global Connect Initiative.” ujar Mitchell Baker, kepala eksekutif Mozilla.

Mark Surman, direktur eksekutif Mozilla Foundation menambahkan, “Kami harus menangani tidak hanya perluasan namun juga kedalaman dari inklusi digital. Memiliki akses ke Web merupakan hal wajib, namun mengetahui bagaimana membaca, menulis, dan berpartisipasi dalam dunia digital telah menjadi kemampuan dasar selain kemampuan membaca, menulis, dan artimatika. Di Mozilla, kami melihat ke - dan membantu untuk menyelesaikan - keduanya, yaitu elemen akses dan elemen literasi digital dari inklusi.

Kami tak sabar untuk membagikan kelanjutan dari kedua komitmen kami selama tahun ini.

Sumber : blog.mozilla.org

Diterjemahkan oleh : Rizki Dwi Kelimutu

Mozilla Regional Ambassador Lead Indonesia

Mozilla baru saja mengumumkan para Regional Ambassador Leads yang baru dari berbagai negara. Salah satunya ada Agung Ahsan yang berasal dari Madura, Indonesia. Siapakah Agung ini? Yuk mengenal Agung lebih dekat.

Halo Agung, boleh memperkenalkan diri?

Nama Saya Agung Firdausi Ahsan, Lahir di Sumenep 13 Oktober 1993, Saat ini sedang menempuh pendidikan S1 Teknik Industri di Universitas Trunojoyo Madura dan sedang memasuki semester akhir.

Sejak kapan aktif berkontribusi di komunitas Mozilla?

Terhitung sejak tanggal 10 November 2011 waktu itu tertarik menjadi pengembang dan kontribusi pertama saya yaitu menjadi pengembang di penggaya (add-ons)

Bagaimana ceritanya bisa mengenal komunitas Mozilla?

Ketertarikan saya di Mozilla berawal dari Kopdar yang diadakan di Kota Pahlawan (Surabaya), Di kopdar tersebut dijelaskan bagaiamana kita juga menjadi kontributor dalam kebebasan dan keterbukaan web dan dari sana juga mengenal komunita mozilla indonesia, suatu komunitas pengguna peramban mozilla yang ada di Indonesia.

Apa yang membuat Agung tertarik berkontribusi di Komunitas Mozilla?

Yang membuat saya tertarik untuk berkontribusi adalah selalu ada tantangan baru dan bisa mengedukasi ke masyarakat luas akan pentingnya web terbuka.

Agung baru saja terpilih sebagai Regional Ambassador Leads dari Indonesia, apa itu Regional Ambassador Leads?

RAL definisi umunya adalah Kordinator Duta yang terdiri dari Reps Mozilla atau Firefox Students Ambassadors, RAL mempunyai peran sebagai koordinator yang mengubungkan antar FSA dan Firefox Club, membantu serta mengkoordinasikan kampanye dan kegiatan di negara mereka (Mozilla Wiki)

Tetapi bagi saya pribadi RAL adalah sebuah tanggung jawab bukan sebuah jabatan. Karena disini saya dituntut bagaimana menjadi lead atau pemimpin ibarat seperti kapten yang memimpin sebuah kapal dengan tanggung jawab seluruh bagian kapal beserta isinya, jalannya mau kemana, tujuan selanjutnya mau kemana dan ketika menghadapi suatu badai apa yang harus dilakukan

Apa saja tugas dari seorang RAL?

  • Menjaga komunikasi yang terbuka dan aktif dengan FSA dan Firefox Club
  • Membimbing dan menasihati Firefox Club Lead(s) dan FSA yang ingin mengadakan acara.
  • Membimbing siswa yang memenuhi syarat melalui proses mendirikan Firefox Club di universitas mereka.
  • Memastikan Firefox Club mengajukan Laporan Kegiatan dengan mendokumentasikan apa yang mereka lakukan.
  • Mencari tahu cara untuk mempromosikan program dan memperluas Firefox Club baru di suatu wilayah (negara)

Kesulitan macam apa yang dihadapi dengan menjadi RAL?
Ada beberapa hal yang harus dihadapi menjadi RAL, yaitu :

  • Menarik minat mahasiswa untuk bergabung di FSA
  • Rapat Online yang terkendala perbedaan waktu kesibukan masing-masing Club Lead
  • Meratakan penyebaran FSA dalam suatu wilayah (negara)

Apa keuntungan dari menjadi RAL?
Ada beberapa keuntungan yang kita dapatkan dengan menjadi RAL yaitu :

  • Mengasah Jiwa Kemipinan kita
  • Mengembangkan keterampilan dalam pemasaran, manajemen, komunikasi, dan teknologi
  • Sebuah kesempatan untuk mengikuti acara mozilla baik acara global maupun regional
  • Batu loncatan untuk menjadi Mozilla Rep, magang Mozilla, atau anggota Dewan Eksekutif FSA

Apa saja yang diharapkan dengan menjadi RAL?
Harapan dengan menjadi RAL yaitu bisa mempersatukan lagi FSA di Indonesia dengan Semangat baru dan bisa mengadakan acara-acara besar yang bisa membuat nama Mozilla Indonesia dan Negara Indonesia menjadi besar.

Halo Dimo!

Akhirnya Komunitas Mozilla Indonesia meluncurkan maskot baru bernama Dimo. Proses pembuatan maskot ini sebetulnya sudah berjalan sejak lama, lewat bantuan tim dari Petshopbox Studio. Maskot baru bernama Dimo ini di desain dengan citra karakter yang lucu dan menggemaskan. Pemilihan nama Dimo juga melalui proses yang panjang, yaitu dengan proses pemilihan terbuka. Awalnya komunitas memberikan kesempatan untuk semua teman-teman memberikan usulan nama. Lalu kemudian dipilih 3 nama terbaik, yang kemudian dilakukan voting terbuka. Dan akhirnya, nama Dimo yang adalah usulan dari Rizky Luthfianto, yang terpilih sebagai nama maskot baru kita. Menurut Rizky, nama Dimo merupakan kependekan dari Dinosaurus Mozilla. Dan menurut penuturan Rizky, konon katanya Dimo masih bersaudara dengan Si Komo.

Selengkapnya

Komunitas Desain Mozilla


Mozilla, lewat program Participation, baru saja meluncurkan Komunitas Desain sebagai wadah untuk Mozillians yang ingin ikut berkontribusi dari sisi desain. Seperti kita ketahui, bahwa Mozilla adalah komunitas global yang tersebar di berbagai belahan dunia. Dan setiap komunitas tersebut ikut mendukung misi Mozilla dalam menjaga agar web tetap terbuka untuk semuanya. Namun, apabila bicara Mozilla, biasanya para kontributor yang ada, punya latar belakang tidak jauh dari pekerjaan IT atau programmer. Padahal, komunitas memerlukan anggota dengan keberagaman latar belakang agar komunitas itu bisa berkembang. Begitu juga di Mozilla, yang sebetulnya memiliki banyak penggemar yang senang menggunakan peramban Mozilla Firefox, dan ingin ikut ambil bagian dalam mendukung misi Mozilla.

Seperti saya sendiri contohnya. Saya berlatar belakang sebagai seorang Web Desainer. Meskipun demikian, pekerjaan programming bukanlah hal yang saya sukai ataupun kuasai dengan baik. Sehingga, sebagian besar kontribusi yang saya berikan di Komunitas Mozilla sejak saya bergabung pada tahun 2010, sebagian besar bersifat desain atau kreatif. Dan saya menyadari bahwa peranan orang-orang dengan latar belakang desainer, juga sangat dibutuhkan dalam Komunitas Mozilla.

Lewat Komunitas Desain ini, Mozilla mengajak kita semua yang senang berkontribusi, dan ingin ikut ambil bagian, bisa bergabung dalam Komunitas Desain ini. Dengan adanya Komunitas Desain, maka diharapkan pekerjaan desain dalam komunitas bisa lebih terdistribusi. Dan apabila dari komunitas ada hal-hal yang membutuhkan peranan desainer, maka mudah untuk mencari bantuan.

Alat komunikasi yang digunakan adalah GitHub, dan Discourse (Forum).

Lainnya:

Selengkapnya
Halaman 3 dari 7