Mozilla Festival, Datang dengan Ide, Pulang dengan Komunitas!

[atube]jfIrWU_X9wA[/atube]

Akhirnya, saya bisa ikut hadir di acara besar Mozilla yaitu Mozilla Festival yang diadakan tahunan di Ravensbourne College, London, pada tanggal 6-8 November 2015. Ya, saya betul-betul hadir disana lewat undangan Participation Team sebagai salah satu Participation Leader dari Indonesia. Kebetulan pada tahun ini, saya sendiri mewakili Indonesia hadir pada acara ini. Saya pernah mengikuti acara global Mozilla yang lain seperti Mozilla Camp di Kuala Lumpur dan Singapura. Dan juga Mozilla Summit di Brussels, Belgia. Namun Mozilla Festival ini berbeda dari kedua acara tersebut. Mozilla Festival adalah acara yang terbuka, mengundang semua orang yang tertarik untuk belajar lebih jauh tentang teknologi web, untuk ikut hadir dan bersama-sama belajar.

^ Para peserta Mozilla Festival, berfoto bersama pada hari terakhir. (Sumber: Flickr)

Lewat Mozilla Festival, saya belajar banyak hal yang saya yakin bisa berguna untuk saya bawa kembali ke komunitas negara asal saya yaitu Indonesia.

1. Embrace the Diversity
Acara Mozilla Festival ini tidak mengenal usia, dari anak kecil sampai orang tua, ikut hadir dalam Mozilla Festival ini. Bahkan orang-orang yang hadir datang dari berbagai belahan dunia, dan berbeda-beda warna kulit, budaya, bahasa, dan juga latar belakang. Namun semua itu bukanlah menjadi sandungan untuk komunitas global ini, melainkan menjadi sebuah kekayaan yang bisa dibanggakan. Semua perbedaan itu hadir di Mozilla Festival dalam satu bahasa yaitu Web. Kebetulan slogan ini sepertinya sudah tidak asing juga dengan rakyat Indonesia, yang berslogan "Bhinneka Tunggal Ika", yaitu "Meskipun berbeda-beda, namun tetap satu!".

2. Strengths and Weaknesses
Sebuah sesi yang saya ikuti sempat mengajak saya merenungkan tentang pentingnya mengetahui kekuatan dan kelemahan dari diri atau komunitas yang mana kita terlibat di dalamnya. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan, kita bisa mengevaluasi dan berkembang menjadi lebih baik.

3. Clear Goals and Targets
Dengan tujuan dan target yang jelas kita bisa lebih fokus dalam mengarahkan diri kita lebih dekat ke arah apa yang kita harapkan di masa depan.

4. Maximize Resources
Jangan pernah berhenti dan menyerah hanya karena keterbatasan yang kita miliki. Mungkin kita hanya memiliki sejumlah kecil sumber daya, entah itu ketrampilan, waktu, tenaga, ataupun pikiran. Apabila kita bisa memaksimalkan sumber daya yang kita miliki, meskipun kecil, nantinya akan membuahkan hasil yang besar. Terutama seperti Web, yang adalah sebuah sumber daya yang menarik, hanya dengan sumber daya listrik dan komputer sederhana, kita bisa menghasilkan banyak karya luar biasa dan mempengaruhi hidup banyak orang.

Sebuah pengalaman dan pelajaran berharga saya dapatkan dari Mozilla Festival di Ravensbourne College, London. Semoga dengan bekal ini, saya bisa lebih memantapkan diri dalam mendukung komunitas di negara saya sendiri, yaitu Indonesia, untuk berkembang menjadi lebih baik. Tidak hanya memberikan kontribusi besar untuk Mozilla, namun menginspirasi juga orang-orang yang terlibat di dalam nya untuk bisa bertumbuh lebih lagi menjadi lebih baik.

Come with an idea, leave with a community!

^ Panggung dan keramaian di Mozilla Festival, Ravensbourne College, London.

^ Science Fair di Mozilla Festival 2015, banyak inovasi web yang menarik dihadirkan di sini.

^ Bersama Evelyn Hung, yang dulu pernah mengunjungi Indonesia. Sekarang doi sibuk mengerjakan Firefox OS TV.

^ Dengan rekan-rekan yang luar biasa, 'bodoh', namun tercinta, Reps!

^ The HTML Puzzle Box Challenge!

^ Ini juga bisa menarik, bahkan untuk mereka yang sudah terbiasa menggunakan bahasa HTML. Kami juga sudah mempersiapkan papan skor untuk tantangan ini.

 

Written by Yofie Setiawan. Please also check my Flickr album for more interesting pictures from Mozilla Festival 2015.