Banner

ava mozillians

ava reps

Liputan Mozilla All Hands Whistler 2019

Pada tanggal 17 sampai 19 Juni 2019 lalu, 3 anggota komunitas Mozilla Indonesia, yaitu Yofie, Lidya, dan Kiki, berkesempatan untuk berpartisipasi pada acara 6 bulan sekali, Mozilla All Hands yang kali ini bertempat di Whistler, Kanada. Acara dibuka dengan makan malam bersama yang bersifat kasual dan untuk mengenal satu sama lain.

Ketiga anggota tersebut mendapat undangan dari tim Open Innovation. Yofie datang sebagai bagian dari Reps Council sedangkan Lidya mendapat undangan dari tim Support Mozilla (SUMO). Kiki sendiri datang sebagai bagian dari Community Development Team.

Jika biasanya plenary di Mozilla All Hands dilaksanakan hanya di hari Selasa, sekarang plenary tersebut dibagi jadi 4 sesi yang dilaksanakan dari Selasa sampai Jum’at. Plenary pertama dibuka oleh Mitchel Baker (Mozilla Chairwoman) yang menyampaikan tentang State of the Internet. Lalu disambung oleh Christ Beard (Mozilla CEO) yang menyampaikan Internal Monthly Meeting yang biasanya diadakan secara daring.

Plenary kedua dibuka oleh Mary Ellen Muckerman (VP, Brand Strategy)  yang membahas tentang bagaimana Mozilla membangun relationship secara umum dengan pengguna. Plenary selanjutnya dibuka oleh Joe Hildebrand (VP of Engineering, Firefox). Plenary terakhir, dipandu kembali oleh Mitchel Baker dan Christ Beard yang menutup rangkaian plenary dengan membahas rencana Mozilla ke depan.

Mozilla Reps Council sendiri membahas perencanaan OKR untuk paruh kedua tahun 2019. Sedangkan SUMO membahas tentang roadmap pengembangan situs support.mozilla.org, serta membahas strategi komunitas. Di setiap sesi yang kami hadiri, hampir seluruhnya berupa sesi interaktif dan tukar pendapat satu sama lain.

Kami juga berkesempatan untuk berjumpa serta makan malam bersama dengan 2 rekan lain asal Indonesia yang saat ini bekerja di Mozilla Corporation yaitu Bram (kini menetap di New Zealand) dan Josephine (menetap di San Francisco).

Rangkaian acara All Hands kali ini ditutup dengan acara hidangan malam bersama dan hiburan di The Roundhouse, yang berada di  kaki gunung Whistler. Pemandangan kaki gunung di musim panas yang sebagian ditutup salju serta menikmati senja yang lebih panjang hingga matahari terbenam di ketinggian tentunya menjadi daya tarik tersendiri dari tempat ini.

Semua berjalan dengan baik hingga kami kembali ke Jakarta. Sampai jumpa di liputan All Hands berikutnya!

Menemukan Kembali Firefox for Android: Preview

Di Firefox, kami bersemangat untuk mempersembahkan beragam solusi bagi Anda yang peduli dengan privasi dan kebebasan. Selama beberapa bulan, kami telah menyusun strategi baru bagi produk-produk kami di Android untuk memberikan layanan yang lebih baik. Kini kami dengan bangga memberitahukan bahwa akan ada sebuah peramban baru untuk perangkat Android yang tersedia untuk diuji para pengadopsi awal untuk diuji sejak saat ini. Kami akan memberikan versi terbaru dari versi aplikasi unggulan kami yang lebih baik dan kaya bulan Oktober nanti.

^ Firefox Preview — our new mobile pilot app for Android

Selalu hidup, selalu rahasia: Firefox mobile yang terbaru dan lebih baik

Lain dari perusahaan-perusahaan teknologi besar, yang baru-baru ini mulai memperhatikan aspek privasi, kami telah lebih dulu meluncurkan Firefox Focus dua setengah tahun lalu. Firefox Focus ini adalah sebuah peramban (browser) di ponsel yang memungkinkan Anda menjelajahi internet tanpa diikuti oleh para pelacak. Sambil terus menyempur nakan Firefox Focus, kami menyadari bahwa para pengguna menuntut pengalaman menjelajahi web yang lebih lengkap di ponsel mereka tanpa menggadaikan privasi dan keamanan sebagaimana aplikasi-aplikasi yang tersedia di pasaran. Maka kami memutuskan untuk membuat Firefox menjadi lebih mirip Focus tetapi dengan semua kemudahan dan fasilitas sebuah peramban berfitur lengkap di ponsel. Hasilnya adalah versi awal dari apa yang kami sebut dengan Firefox Preview.

Membawa performa Firefox Quantum ke perangkat bergerak, dengan GeckoView

Dengan Firefox Preview, kami menggabungkan hal-hal terbaik dari aplikasi Focus yang ringan dan peramban-peramban terkini kami di perangkat bergerak untuk menyuguhkan pengalaman terbaik di kelasnya. Aplikasi terbaik ini ditenagai oleh mesin peramban bergerak Firefox sendiri yang bernama “GeckoView” -- motor yang menghadirkan performa dan berfitur sama baiknya sebagaimana yang ditemukan dalam aplikasi Focus.

Anda mungkin ingat bagaimana kami merombak mesin di balik peramban Firefox untuk desktop pada tahun 2017 yang memungkinkan kami untuk meningkatkan pengalaman pengguna desktop secara signifikan. Sebagai hasilnya, Firefox Quantum sekarang berubah menjadi lebih cepat, lebih efisien, dilengkapi dengan antarmuka yang modern dan menjadi Firefox generasi berikutnya. Penerapan GeckoView juga membantu merintis perubahan radikal pengalaman penggunaan Firefox di perangkat bergerak. Sementara peramban-peramban lain di Android kini dibuat dengan Blink sebagai fondasi sehinga mencerminkan keputusan Google mengenai perangkat bergerak, mesin GeckoView milik Firefox memastikan kita dan para pengguna untuk tetap memiliki kebebasan. Membuat Firefox untuk Android juga memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi terkait jenis-jenis fitur privasi dan keamanan yang dapat kami tawarkan bagi para pengguna perangkat bergerak. Dengan GeckoView, kami memiliki kemampuan untuk mengembangkan peramban-peramban yang lebih cepat, lebih aman dan lebih ramah pengguna yang memberikan performa yang melampaui yang sudah ada.

Membahas secara lebih spesifik lagi terkait fitur-fitur, berikut adalah sejumlah fungsi Firefox Preview yang dimungkinkan oleh GeckoView:

  • Lebih cepat dari sebelumnya: Firefox Preview dua kali lebih cepat daripada versi-versi Forefox for Android sebelumnya.
  • Cepat berkat desain: dengan layar awal dan bar navigasi bawah yang minimalis, Preview membantu Anda melakukan lebih banyak hal di perangkat bergerak Anda.
  • Tetap terorganisir: Pahami web dengan Collections, sebuah fitur baru yang membantu Anda menyimpan, mengatur dan membagikan koleksi situs web. Simpan dengan cepat dan kembali ke tugas lain yang ingin Anda kerjakan seperti rutinitas harian, daftar belanja, rencana perjalanan dan sebagainya.
  • Tracking Protection otomatis: Setiap orang berhak mendapatkan kebebasan dari pelacak iklan yang mengganggu dan pihak lainnya yang mengganggu sehingga Firefox Preview memblokir secara otomatis. Sebagai hasilnya, pengalaman pengguna dalam menjelajahi internet akan lebih cepat dan mulus.Dengan Firefox Preview, Anda akan dapat menjelajahi internet dengan lebih cepat, efisien, dan rahasia di perangkat bergerak Anda.

^ With Firefox Preview you’re browsing the mobile web faster, more efficiently and more privately

Untuk informasi lebih lengkap mengenai bagaimana Anda dapat menggunakan GeckoView dalam portofolio produk kami,  silakan kunjungi artikel blog di Mozilla Hacks.

Jadilah yang pertama untuk menguji Firefox Preview

Sebelum kami merilis produk-produk kami ke pasar, kami menjalankan sejumlah eksperimen berbeda yang akan kami pelajari dan membantu kami untuk menyempurnakan produk untuk konsumsi pasar. Misalnya, peramban desktop Firefox Quantum kami telah diluncurkan dalam bentuk versi beta, kanal terpisah yang diperuntukkan bagi para pengembang atau pengadopsi awal teknologi untuk menguji beragam fitur baru sebelum dirilis ke masyarakat luas.

Apa yang kami rilis sekarang juga versi awal dari peramban eksperimental kami untuk para pengguna Android dengan berdasarkan pada GeckoView. Firefox Preview ialah aplikasi bergerak yang terpisah serta ditujukan terutama bagi para pengembang dan pengadopsi awal teknologi yang ingin membantu kami menyempurnakan Firefox di Android. Pengalaman pengguna pada versi awal ini akan berbeda secara signifikan dari produk akhirnya, dan direncanakan akan dirilis akhir tahun ini. Kami mengandalkan para pengguna yang setia untuk mencoba dan memberikan masukan (melalui Alamat surel ini dilindungi dari robot spam. Anda perlu mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya atau di GitHub) yang akan memungkinkan kami untuk merilis Firefox yang sebaik mungkin dan menyempurnakan GeckoView secara terus-menerus.

Bagaimana strategi di platform bergerak kami mempengaruhi produk-produk yang telah ada

Di paruh kedua 2019, kami akan mengarahkan upaya-upaya kami pada optimasi pengalaman penggunaan Firefox pada berbagai perangkat Android. Untuk memberikan fondasi yang kuat bagi generasi peramban Firefox selanjutnya dan memfokuskan semua upaya dan sumber daya kami ke dalam GeckoView, pengerjaan Firefox Focus sekarang ini masih ditahan. Namun, jangan khawatir, karena Anda masih akan bisa menggunakan peramban yang mempriritaskan privasi Anda tersebut, Focus, dan juga masih dapat menggunakan Firefox for Android yang tersedia saat ini.

Terus ikuti kabar terbaru dari kami!

Kami harap pembaruan dari tim Firefox Mobile membuat Anda lebih tertarik pada strategi baru kami di segmen perangkat bergerak (mobile) pada tahun ini. Kami berencana untuk membawa pengalaman menggunakan peramban di perangkat bergerak ke tingkat yang lebih tinggi. Tak peduli di manapun, kapanpun atau di perangkat apapun, kami di Firefox yakin bahwa Anda akan selalu pantas mendapatkan pengalaman pengguna yang terbaik. Dan kami akan melakukan yang terbaik untuk mewujudkannya bagi Anda.

Silakan lihat pratinjau untuk Firefox for Android terbaru, dan jangan ragu untuk menyampaikan pendapat Anda mengenai aplikasi ini.

Source : https://blog.mozilla.org/press/2019/06/reinventing-firefox-for-android-a-preview/

 

Diterjemahkan oleh Akhlis Purnomo.

Liputan Mozlando 2018, Mozilla All Hands

Pada 3-8 Desember 2018 yang lalu, Mozilla mengadakan pertemuan All Hands di Orlando, Florida, Amerika Serikat mempertemukan ratusan karyawan Mozilla Corporation (MoCo), Mozilla Foundation (MoFo) dan para sukarelawan dari seluruh belahan dunia. Kali ini, ada empat orang mendapat kesempatan untuk hadir mewakili Indonesia: Yofie Setiawan, Rizki Kelimuttu, Dian Ina dan Fauzan Alfi. Sebagai informasi, Mozilla Reps Council di mana Yofie berperan saat ini merupakan salah satu bagian penting dari Mozilla Leadership yang turut menjembatani antara Mozilla dengan para sukarelawan yang tersebar di berbagai komunitas lokasi di seluruh dunia.

Pada AllHands kali ini, tim dari Indonesia berfokus pada topik-topik spesifik seperti kontribusi dalam pelokalan lewat L10n dan juga Support Mozilla yang biasa disebut SuMo. Sementara itu, Yofie sebagai salah satu Reps Council yang baru terpilih berfokus pada pertemuan inti seputar program dari Mozilla Reps, termasuk rencana program Mozilla Reps ke depan untuk dapat memberikan dampak yang lebih baik dan bisa berintegrasi dengan proyek-proyek dari Mozilla lainnya. Pada bagian Support Mozilla (SuMo) yang diwakili oleh Fauzan, bahasan pertemuan yang dilaksanakan lebih menekankan kepada bagaimana menyokong komunitas sukarelawan yang membantu penerjemahan dan pembuatan artikel Support untuk berbagai proyek dari Mozilla, termasuk juga strategi penyampaian dan tanggapan di media sosial sebagai salah satu luaran tim SuMo.

Secara umum, Mozilla sendiri pun membagikan target dan arah mereka pada tahun 2019 dan juga mengevaluasi berbagai hal yang sudah dilaksanakan selama tahun 2018. Mozilla terus berupaya agar bisa tetap relevan dan mengambil posisi yang penting dalam dunia internet ataentunya agar bisa terus menjadi bagian penting yang ikut menjaga kepentingan user dalam dunia internet atau online.

Pertemuan All Hands kali ini yang berlangsung beberapa hari ini tidak terasa melelahkan karena berbagai sisipan rekreasi juga seperti kunjungan ke Kennedy Space Center di Florida, dan juga The Wizarding World of Harry Potter, di Universal Orlando Resort, Florida.

Momen All Hands akhir tahun 2018 ini menjadi terasa spesial karena kami semua dapat berkumpul bersama dengan berbagai volunteer yang juga aktif dari berbagai belahan dunia lainnya, berinteraksi dengan rekan-rekan karyawan Mozilla lainnya untuk bisa mengenal mereka lagi serta berkolaborasi dengan lebih baik di masa yang akan datang.

#KelasMozilla - Belajar Pelokalan dengan Pontoon

Kelas Mozilla adalah kegiatan yang diadakan oleh Mozilla Indonesia di mana Mozillian bersama-sama berkontribusi dan menjadi bagian dalam suatu proyek Mozilla. Proyek-proyek Mozilla banyak dipakai orang-orang dari segala penjuru dunia. Memiliki proyek dengan bahasa lokal akan membantu menciptakan pengalaman produk yang lebih familiar bagi para pengguna. L10n (localization) atau pelokalan adalah salah satu cara berkontribusi dengan menerjemahan proyek-proyek Mozilla dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.

Selengkapnya

Help Wanted! #MozSpaceJKT Open Source Project

Komunitas Mozilla Indonesia sedang mengembangkan sebuah proyek open source untuk mengelola ruang komunitas Mozilla Community Space Jakarta berikut dengan daftar hadir peserta. Proyek ini menggunakan Vue.js dari sisi client dan Node.js + MongoDB di sisi server. Untuk menyempurnakan proyek ini, kami butuh bantuan teman-teman yang mempunyai skill coding untuk codetribute (kontribusi berupa code) dan mengajak teman-teman sekalian untuk berkolaborasi dan ngoprek bareng. Proyek ini berupa aplikasi berbasis web. Proyek sudah berjalan, maka kontribusi yang akan dilakukan lebih kepada bug fixing dan penambahan fitur.

Teman-teman yang ingin membantu, sebaiknya sudah familiar dengan:
- Web fundamental (HTML, CSS dan JavaScript)
- Lebih baik jika sudah terbiasa menggunakan: Git dan Github, NPM.

Teman-teman yang ingin hadir dianjurkan untuk membawa laptop masing-masing.

Acara ini akan diarahkan oleh @dikyargaid, salah satu Mozilla Tech Speaker, yang juga berprofesi sebagai Front End Developer di Bukalapak.com. Diky Arga adalah project lead dari proyek ini.

Minggu, 7 April 2019
14.00 - 18.00 WIB
#MozSpaceJKT

Registrasi: http://bit.ly/MozOprek

Kami sangat membutuhkan kamu, mari ngoprek bareng. Sampai berjumpa!

Kelas Mozilla - Common Voice Sprint

Kelas Mozilla adalah kegiatan yang diadakan oleh Mozilla Indonesia di mana Mozillian bersama-sama berkontribusi dan menjadi bagian dalam suatu proyek Mozilla. Proyek Common Voice adalah inisiatif Mozilla untuk membuat perangkat yang mengajari mesin bagaimana manusia sebenarnya berbicara menjadi lebih terbuka, mudah diakses dan inklusif. Oleh karena itu, Mozilla mengumpulkan suara dari seluruh dunia dengan harapan dapat membangun dataset suara sumber terbuka terbesar. Data ini kemudian dapat digunakan untuk membuat perangkat pengenal suara sumber terbuka sebaik produk komersial yang saat ini ada di pasaran.

Selengkapnya

Firefox Developer Tools & CSS Wizarding World

Belum pernah mendengar Firefox Developer Tool? Atau sudah pernah, tapi belum tahu fitur apa yang menarik dari Firefox Developer Tool?
Dalam MozKopdar kali ini, kami akan membahas tentang Firefox Developer Tool secara sepsifik. Topik ini akan dibawakan oleh seorang Mozilla Tech Speaker sekaligus Mozilla Reps, @alexlakatos.

Setelah itu, akan ada juga presentasi tentang macam-macam pembaruan dari teknologi CSS yang dipandu oleh Mozilla Tech Speaker yang berdomisili di Singapore, @hjchen, yang akan menjelaskan bagaimana membuat layout dengan CSS sekarang jauh lebih mudah dengan berbagai properties baru seperti Grid, Flexbox, dan BoxAlignment.

Minggu, 16 Desember 2018
14.00 - 17.00
#MozSpaceJKT

Registrasi: http://bit.ly/MozKopdarDec2018

Pertemuan Pelokalan Mozilla Asia Tenggara di Hanoi

Pertemuan pelokalan (localisation) Mozilla kawasan Asia Tenggara tahun ini diselenggarakan pada pertengahan November di Hanoi, Vietnam. Acara kali ini dihadiri oleh kawan-kawan pelokal dari Mozilla Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Thailand, Indonesia, dan, tentunya, Vietnam. Selain itu, ada pula kawan-kawan dari Mozilla Amerika Serikat dan Jerman.

Beberapa tim mengemukakan kendala yang dihadapi, yang pada gilirannya dapat memberikan gambaran potensi masalah yang bisa jadi juga akan ditemui tim-tim lain di masa depan. Kawan-kawan dari Malaysia, misalnya, mendapati semakin sulitnya merekrut dan mengelola sukarelawan pelokal baru. Kawan-kawan dari Filipina, di sisi lain, menjumpai masalah pelestarian bahasa yang lebih serius karena Pemerintah Filipina dirasa belum terlalu bersungguh-sungguh mengamanatkan pengajaran bahasa Tagalog dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah dasar dan sekolah-sekolah menengah.

Di sini kami juga berbagi kiat dan saran. Yang menurut saya paling menarik adalah langkah yang ditempuh kawan-kawan dari Kamboja yang mengupayakan kerja sama dengan pemerintah setempat, khususnya dengan otoritas pendidikan dan kebudayaan. Hal ini penting karena perkembangan dan pengembangan peradaban mau tidak mau akan terus-menerus menempatkan kita pada situasi di mana bahasa Inggris akan menjadi semakin familier dalam interaksi berbasis teknologi komunikasi dan informasi sehari-hari, meninggalkan bahasa-bahasa lokal berjuang sendiri agar tidak tergerus derasnya arus modernisasi dan globalisasi.

Kami dari Indonesia berusaha untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan pelokalan baru, potensi permintaan-permintaan pelokalan bahasa daerah kemungkinan akan terus bermunculan seiring kesadaran dan kepedulian akan pentingnya pelestarian bahasa ibu. Diperlukan penjaminan mutu awal yang baik sejak tahap perencanaan dan pelaksanaan, seperti prasyarat ketersediaan dan kebersediaan penutur jati dalam tim, pembiasaan interaksi dengan antarmuka aplikasi yang disepakati, dan pemenuhan target secara bertahap dari proyek-proyek kecil menuju proyek-proyek besar. Sekadar informasi, permintaan pelokalan bahasa daerah yang saat ini sedang ditindaklanjuti adalah pelokalan bahasa Makassar.

Sementara itu, dalam konteks pengembangan pelokalan yang telah tersedia, tantangan terbesarnya adalah bagaimana mempertahankan kemanfaatan dan kepraktisan terjemahan tiap-tiap pelokalan. Dibutuhkan penjaminan mutu lanjutan di tahap pemantauan dan evaluasi, seperti pengukuran keberhasilan, penyesuaian target jangka panjang, dan penyelenggaraan pertemuan rutin tahunan. Saat ini telah tersedia empat bahasa daerah yang digarap yaitu bahasa Aceh, bahasa Sunda, bahasa Jawa, dan bahasa Gorontalo.

Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi mesin akan perlahan-lahan menandingi fungsi asalinya sebagai alat komunikasi insani seiring pesatnya pergeseran interaksi dari manusia-ke-manusia menjadi manusia-ke-mesin-ke-manusia. Kecenderungan generasi muda yang lebih banyak menghabiskan waktu aktifnya berkomunikasi nonverbal dengan perantaraan berbagai gawai dan peranti alih-alih berkomunikasi verbal dan langsung dengan orang-orang di sekitarnya juga seakan mengiakan gejalanya. Peran serta kita semua sangatlah penting guna melestarikan bahasa-bahasa kita, salah satunya adalah dengan menjadikannya sebagai alat komunikasi pada situs-situs web yang kita kunjungi dan aplikasi-aplikasi perangkat lunak yang kita pakai sehari-hari.

Semoga bermanfaat!

Ditulis oleh : Armen Ringgo

Mozilla Umumkan Rebranding Firefox Lite dan Hadirkan Firefox ScreenshotGo Beta Untuk Pengguna di Indonesia

Mozilla, perusahaan nirlaba dan pemimpin teknologi internet global, telah meluncurkan Firefox Rocket November lalu di Jakarta. Peramban yang dirancang secara spesifik untuk melayani pengguna smartphone di Indonesia, sudah semakin dikenal dalam hal kecepatan, ukuran aplikasi yang kecil dan kemampuannya untuk memberikan pengalaman penjelajahan yang hemat data. Untuk merayakan ulang tahun pertamanya, pada hari ini (1/11) dalam sebuah acara konferensi pers di Atico by Javanegra yang dihadiri media cetak, elektronik, blogger, vlogger dan social media influencer, Mozilla mengumumkan bahwa Firefox Rocket resmi berubah nama menjadi Firefox Lite. Selain itu, Mozilla juga akan menjalin kerja sama dengan ExpressVPN untuk menyediakan pengalaman browsing yang lebih aman bagi para pengguna di Asia.

“Dengan lebih dari 130 juta pengguna smartphone, Indonesia tentunya merupakan salah satu pasar penting untuk mewujudkan misi Mozilla,” kata Joe Cheng, Head of Product Mozilla Asia. “Kami sudah melakukan beberapa penelitian untuk lebih memahami kebutuhan dan keinginan dari pengguna smartphone di Indonesia, dan kami juga merancang Firefox Lite berdasarkan hasil penelitian tersebut. Tentunya kami semua di Mozilla sangat gembira untuk bisa menyaksikan bagaimana browser ini mendapatkan sambutan dan reaksi yang sangat positif dari para pengguna selama setahun terakhir.”

Berdasarkan data internal Mozilla, Firefox Lite telah menghemat lebih dari 4,000 jam (kurang lebih 166 hari/5 bulan) waktu pengguna sejak Firefox Lite diluncurkan. Mozilla juga memberikan estimasi bahwa mode Turbo dari Firefox Lite, yang dapat digunakan untuk memblokir konten pihak ketiga seperti iklan di halaman web, telah menghemat lebih dari 25,000 jam (lebih dari tiga tahun) waktu pengguna selama satu tahun terakhir. Tidak heran jika Firefox Lite adalah salah satu browser dengan nilai rating tertinggi (4.6 bintang) di Google Play Store, bahkan lebih tinggi dari browser lain yang cukup populer di Indonesia. Untuk meraih lebih banyak pengguna di Indonesia, Firefox Lite juga telah tersedia dalam bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan bahasa Sunda.

Ukuran dari Firefox Lite kurang dari 3,5MB, atau hanya 10% dari ukuran sebagian besar browser yang ada di pasaran. Karena ukuran aplikasi yang ringan, pengguna dapat terus menggunakan update terbaru dari Firefox Lite tanpa harus khawatir akan penggunaan data yang besar. Hal ini juga sangat penting untuk pasar seperti Indonesia, mengingat hampir setengah (46%) dari pengguna internet seluler di negara ini tidak menggunakan layanan broadband (3G/4G) seperti yang tertera di laporan We Are Social versi tahun ini.

Untuk mempermudah semakin banyak pengguna smartphone menjelajahi dunia web, Mozilla terus melakukan investasi untuk memperkuat lini produk sekaligus membangun kemitraan strategis di Asia. Hari ini, Mozilla juga mengumumkan kerjasama dengan ExpressVPN di wilayah Asia. “Kami bangga dapat melihat pesatnya tingkat pengadopsian Firefox Lite dan juga untuk bisa memberikan pengalaman browsing aman menggunakan ExpressVPN. Kami melihat VPN sebagai alat penting untuk mewujudkan keamanan dan privasi berinternet. Melalui kemitraan ini, kami dapat mewujudkan pengalaman penggunaan smartphone yang lebih baik lagi,” ujar Charles P.C Chen, Head of Business Development, Mozilla Asia.

Mozilla bertujuan untuk membentuk internet sebagai sumber daya masyarakat dunia, dan juga terbuka dan aman untuk masyarakat Indonesia. Kini, para pengguna di Indonesia dapat menikmati masa uji coba di ExpressVPN secara eksklusif selama tujuh hari dengan gratis di smartphone Android mereka.

 

Firefox ScreenshotGO beta

Pada kesempatan yang sama, Mozilla juga memperkenalkan aplikasi baru yang diluncurkan khusus untuk pengguna Android Indonesia, yaitu Firefox ScreenshotGo beta. Apikasi ini bertujuan untuk membantu pengguna dalam mendokumentasikan informasi dari berbagai aplikasi lain. Dengan mengedepankan efisiensi dan kemudahan penggunaan, aplikasi ini dapat membantu pengguna untuk mengambil, mengatur dan mencari screenshots dalam hitungan detik. ScreenshotGO juga dilengkapi dengan fitur Text Recognition yang bisa membantu pengguna untuk menyalin tulisan dari screenshot saat diperlukan.

“Banyak pengguna internet Indonesia mengambil screenshot dari artikel dan berbagai informasi menarik lainnya dari media sosial melalui browser mereka. Kami memahami bahwa pengguna juga menghabiskan banyak waktu di dalam berbagai aplikasi. Dengan Firefox ScreenshotGo, kami ingin membantu pengguna untuk mengambil, mengatur dan menemukan screenshot yang telah diambil dari berbagai aplikasi. Fitur yang paling menyenangkan adalah Text Recognition yang memungkinkan pengguna menemukan kembali konten relevan pada web dengan cepat,” tambah Cheng

 

Unduh Sekarang

Firefox Lite: https://mzl.la/2 elSEd

Firefox ScreenshotGo beta: https://mzl.la/2zbs6Ab

 

Tentang Mozilla

Mozilla adalah pelopor dan pendukung Open Web selama lebih dari 15 tahun. Kami menciptakan dan mempromosikan standar terbuka yang memungkinkan inovasi dan memajukan Web sebagai platform untuk semua orang. Hari ini, ratusan juta orang menggunakan Mozilla Firefox untuk menjelajahi Web di komputer, tablet, dan perangkat seluler. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.mozilla.org.

Selengkapnya
Halaman 1 dari 14