Firefox Rocket Segera Tersedia dalam Bahasa Jawa dan Sunda

Firefox Rocket merupakan salah satu kisah sukses Mozilla di Indonesia. Dan karena alasan itulah, Mozilla Foundation terus memberikan perhatian khusus pada pengguna Internet di negara besar ini karena jumlahnya yang cukup signifikan.

Di samping itu, pengguna Internet di Indonesia memiliki karakteristik yang majemuk. Kebudayaan dan bahasanya sungguh kaya sehingga tidak cukup hanya dengan menyediakan produk dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Mozilla paham bahwa banyak orang Indonesia yang lebih banyak menggunakan dan lebih nyaman menjelajahi Internet dengan bahasa daerah mereka itu. Sayangnya, belum banyak dukungan untuk bahasa-bahasa daerah di tanah air.

Akhir pekan ini Komunitas Mozilla Indonesia menjadi tuan rumah dalam ‘hajatan’ yang bertajuk 2018 Jakarta Rocket Sprint. Berlokasi di Mozilla Community Space Jakarta, acara yang bertujuan untuk menghasilkan versi peramban Firefox Rocket dalam bahasa Sunda dan Jawa ini berlangsung dari Sabtu pagi hingga Minggu sore (11-12 Agustus 2018). Sebanyak 4 relawan bergabung dengan tim pelokalan bahasa Sunda dan 5 lainnya bergabung dengan tim pelokalan bahasa Jawa. Sementara itu, kedua tim ini dipimpin masing-masing oleh Mozilla Rep Fauzan Alfi (basa Sunda) dan Rizki Kelimutu (basa Jawa).

Fauzan Alfi selaku penyelenggara acara mengatakan di hari pertama para relawan akan diajak untuk melokalkan (menerjemahkan) kalimat-kalimat dalam peramban Mozilla Firefox Rocket (yang biasa disebut ‘string’) hingga tuntas. Setelah itu juga dilakukan kesepakatan di dalam tim mengenai usulan-usulan mana yang akan disetujui untuk diunggah ke dalam Pontoon.

Proses ini cukup memakan waktu karena melokalkan tidak cuma mengalihbahasakan tetapi juga menangkap nuansa makna dan konteks budaya yang kadang rumit dan sulit untuk diutarakan. Di sini para relawan mengacu pada sumber-sumber pelokalan bahasa Jawa dan Sunda yang sudah ada seperti acuan pelokalan dari perusahaan Internet lainnya dan kamus-kamus cetak maupun elektronik dalam kedua bahasa daerah tersebut.

“Tidak cukup di situ, kami juga akan melakukan ulasan (review) hasil kontribusi relawan di hari kedua,” ungkap Fauzan yang turut ditemani staf Mozilla Foundation Delphine Lebedel (Manajer Proyek L10n/ Pelokalan Mozilla) dan Mo Peiying (L10N Program Manager). Dua staf tersebut turut memberikan arahan bagi para relawan yang bekerja agar hasil pelokalan memenuhi syarat dan sesuai panduan yang sudah ditetapkan Mozilla Foundation.

Di hari kedua, hasil kontribusi para relawan telah bisa ditampilkan di Firefox Rocket untuk pengujian (testing). Pada tahap ini, para relawan dipersilakan untuk meneliti hasil kontribusi yang sudah tertampil dan menemukan bug atau string hasil pelokalan hari sebelumnya yang terasa masih kurang pas.

Karena acara Localization Sprint 2018 ini juga bertujuan untuk memberikan landasan bagi kontribusi para relawan dari Komunitas Mozilla Indonesia selanjutnya, diperlukan panduan gaya selingkung (style guide) yang disepakati bersama. Panduan ini disusun secara bersama-sama oleh kedua tim pelokalan. Panduan ini akan berguna bila di masa datang terdapat string baru yang ditambahkan atau bilamana ada perubahan.

Setelah itu, perlu dipikirkan juga bagaimana memberikan bantuan bagi para pengguna Firefox Rocket dalam bahasa Jawa dan Sunda dalam bentuk artikel-artikel SuMo (Support Mozilla). “Karena Firefox Rocket memiliki versi bahasa Jawa dan Sunda, perlu juga diberikan halaman bantuan dalam kedua bahasa tadi,” terang Rizki dalam paparan singkatnya.

Diharapkan dari sini, makin banyak pengguna Internet yang lebih nyaman menjelajahi dunia maya dengan bahasa Jawa dan Sunda bisa diakomodasi. Hal ini selaras dengan Manifesto Mozilla yang hendak mewujudkan Internet yang terbuka bagi siapa saja. Bukan cuma mereka yang menguasai bahasa besar tertentu saja.

Ingin mencoba Firefox Rocket? Silakan klik di tautan ini untuk mengunduh.

Ditulis oleh : Akhlis Purnomo