Komitmen Mozilla akan Akses Internet Inklusif

Mengembangkan internet dan mempertahankan keterbukaannya merupakan kunci perkembangan global yang patut, berkelanjutan, dan inklusif. Internet akan menjadi sangat kuat ketika semua orang - tanpa batasan jenis kelamin dan geografi - bisa berpartisipasi secara bersama-sama.

Hari ini Mozilla mengumumkan dua komitmen untuk membantu membuat akses internet universal menjadi kenyatakan sebagai bagian dari aksi global U.S. State Department’s Global Connect Initiative, bekerja sama dengan World Bank dan Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE):

  • Mozilla akan meluncurkan tantangan publik tahun ini untuk mendorong inovasi dan solusi sama-rata untuk menyediakan akses yang terjangkau dan literasi digital. Tujuannya adalah untuk mendorong pemikiran baru yang praktikal dan berorientasi tindakan menuju debat masa kini tentang bagaimana menghubungkan orang-orang yang belum terhubung di dunia ini.
  • Sebagai tambahan, Mozilla sedang membangung pusat kegiatan global untuk membantu lebih banyak wanita belajar untuk membaca, menulis, dan berpartisipasi daring. Selama 5 tahun ke belakang, relawan Mozilla telah memulai lebih dari 100 klub dan mengadakan lebih dari 500 acara lokal di 90 negara untuk mengajarkan literasi digital. Menilik model ini, Mozilla sekarang sedang bekerja sama dengan U.N. Woman untuk mengadakan klub khusus wanita dan anak-anak perempuan di Kenya dan Afrika Selatan. Ini merupakan langkah selanjutnya untuk membangun sebuah pusat kegiatan global.

“Menghubungkan yang belum terhubung merupakan tantangan terbesar pada jaman sekarang, dan kita semua harus bersatu untuk mewujudkannya. Kita akan membutuhkan korporasi, pemerintah, dan upaya pilantropis untuk memastikan bahwa internet sebagai sumber daya publik terbesar di dunia ini benar-benar terbuka dan bisa diakses semua kalangan. Kami sangat senang melihat sinyal bagus dari komitmen kolaborasi dengan Global Connect Initiative.” ujar Mitchell Baker, kepala eksekutif Mozilla.

Mark Surman, direktur eksekutif Mozilla Foundation menambahkan, “Kami harus menangani tidak hanya perluasan namun juga kedalaman dari inklusi digital. Memiliki akses ke Web merupakan hal wajib, namun mengetahui bagaimana membaca, menulis, dan berpartisipasi dalam dunia digital telah menjadi kemampuan dasar selain kemampuan membaca, menulis, dan artimatika. Di Mozilla, kami melihat ke - dan membantu untuk menyelesaikan - keduanya, yaitu elemen akses dan elemen literasi digital dari inklusi.

Kami tak sabar untuk membagikan kelanjutan dari kedua komitmen kami selama tahun ini.

Sumber : blog.mozilla.org

Diterjemahkan oleh : Rizki Dwi Kelimutu