ava mozillians

ava reps

Net Neutrality: Apa Itu dan Kenapa Harus Peduli?

Istilah ‘net neutrality’ (netralitas internet) kerap disebut oleh Mozilla sebagai salah satu misi utamanya. Tapi seberapa banyak kita tahu soal ini? Jangan jangan kita hanya sok tahu dan berasumsi kita sudah tahu padahal keliru?

Nah, di sini kita akan mengupas sekilas mengenai isu penting ini untuk teman-teman yang belum tahu persis arti istilah itu dan mengapa kita semua sebagai pengguna internet perlu memperhatikan dan memperjuangkannya sebelum terlambat.

Dalam misinya, Mozilla berkomitmen untuk melindungi jaringan internet sebagai sumber daya yang bisa diakses siapa saja tanpa mengenal batasan geografis, negara, dan sebagainya. Mozilla menjadikan ini sebagai landasan dan prinsip dalam setiap langkahnya.

Lalu kenapa teman-teman perlu memperhatikan isu ini dan bahkan terlibat aktif di dalamnya?

Kita sehari-hari menggunakan internet dan kita hanya peduli pada kecepatan mengunduh file-file multimedia yang kita ingin nikmati, atau mengakses situs-situs favorit, dan mengunggah sebanyak mungkin status di akun media sosial. Kalau kita sudah bisa melakukan itu semua dengan mudah, cepat dan murah, rasanya sudah sangat puas sekali, bukan?

Intinya, dalam prinsip net neutrality, tidak ada badan (baik itu pemerintah atau swasta) yang secara sepihak menentukan konten yang bisa dikonsumsi khalayak luas melalui sambungan internet.

Tapi sudah sifat manusia adalah tidak peduli dengan nikmat yang ia miliki sebelum akhirnya nikmat itu dicabut. Semua aktivitas kita di internet itu bisa saja sekarang kita lakukan secara bebas dan cepat dan relatif murah, tetapi siapa atau apa yang bisa menjamin kondisi itu akan berlangsung seterusnya?

Bayangkan teman-teman mengemudi di sebuah jalan yang di dalamnya semua kendaraan di semua lajur diperlakukan sama. Tidak ada yang diprioritaskan atau dihalangi. Mau mobil mewah orang kaya atau truk pickup penjual sayur tidak dibedakan. Mobil mewah dan pickup mau ke arah manapun juga tidak dihalangi.

Kebebasan dan kesetaraan inilah yang Mozilla ingin lindungi. Ini karena dalam sejumlah kasus, ada perusahaan/ lembaga yang bekerjasama dengan penyedia layanan internet (ISP) untuk memanipulasi akses internet demi kepentingan mereka. Pemerintah atau bisnis memiliki kekuatan besar (baik kekuatan hukum atau dana) untuk memblokir konten yang dianggap tidak sesuai dengan berbagai kepentingan mereka.

Dan mengapa kebebasan ini penting? Karena ini berkaitan erat dengan tegaknya demokrasi pula. Saat akses menuju informasi di internet diblokir oleh pihak-pihak tertentu (misalnya rezim di suatu negara) hanya karena muatannya berseberangan dengan pandangan politik yang dimiliki penguasa atau merugikan kepentingan ekonomi korporasi tertentu, masyarakat umum seperti kita tidak akan tahu bahwa kita sebenarnya sedang ‘dicekoki’ informasi yang kurang berimbang dan kurang netral karena hanya bersumber dari sebagian pihak. Dan bila masyarakat terus diberikan informasi dan data yang hanya membela satu kelompok, bagaimana mereka bisa membandingkan dan menentukan sikap mereka sendiri?

Jika kita tidak begitu tertarik dengan isu demokrasi yang terdengar mengawang-awang, pikirkan ini:terampasnya net neutrality dari tangan kita berarti juga terampasnya hak kita untuk menikmati internet MURAH.

Apa pasal?

Mari kita ambil contoh kasus Netflix di AS. Di tahun 2014, sebelum aturan net neutrality diberlakukan di AS, para pengguna layanan salah satu ISP besar di sana yang bernama Comcast mengeluhkan lambatnya koneksi saat mengakses layanan streaming itu. Begitu Netflix sepakat untuk membayar Comcast lebih tinggi, kecepatan akses Netflix via Comcast kembali pulih. Apakah Netflix dengan sukarela merogoh kantongnya sendiri untuk itu? Tentu tidak. Mereka membebankan biaya untuk melancarkan koneksi tadi pada para konsumennya sebab bisnis mana yang mau merugi? Nah, di sinilah kita baru merasakan dampaknya secara langsung.

Intinya, dalam prinsip net neutrality, tidak ada badan (baik itu pemerintah atau swasta) yang secara sepihak menentukan konten yang bisa dikonsumsi khalayak luas melalui sambungan internet, atau - dalam kasus Netflix dan Comcast - menentukan kecepatan aksesnya.

Jadi, masih tidak peduli dengan isu net neutrality?

Sumber : Mozilla's Dixon Says No One Country Should Regulate Internet

Ditulis oleh Akhlis Purnomo.