ava mozillians

ava reps

Gandeng Komunitas Mozilla Indonesia, Garage Script Sebarkan Ketrampilan Koding

Baru-baru ini Komunitas Mozilla Indonesia bekerjasama dengan Garage Script, startup nirlaba yang bermarkas di San Jose, California, AS, dalam penyelenggaraan kursus koding dasar bertajuk “Java Script Fundamentals”. Kursus tersebut ditujukan bukan hanya untuk mereka yang sudah bisa koding tetapi juga siapa saja yang bersemangat tinggi untuk belajar tanpa peduli latar belakang pendidikan, umur dan sebagainya. Menariknya, kursus tersebut diadakan secara gratis sehingga dapat diakses siapa saja. Berikut merupakan wawancara singkat Akhlis (Ak) dari Komunitas Mozilla Indonesia dengan Alvin (Al) dan Jeff (J), dua perwakilan dari Garage Script yang menyambangi Jakarta di sela acara workshopnya kemarin (14/8/2018) di Mozilla Community Space Jakarta.

Ak: “Bisa ceritakan sekilas latar belakang Garage Script?”
Al: “Semua ini baru saja dimulai sekitar 2 tahun lalu.  Bermula dari pendiri kami, Song Zheng, yang ingin mengajari calon istrinya Eugene tentang cara koding. Dan ia menyadari bahwa sesungguhnya ia bisa membantu lebih banyak orang selain istrinya untuk belajar. Melihat banyaknya pengangguran dan orang-orang yang masih membutuhkan pekerjaan yang lebih baik di AS, pendiri kami pun akhirnya menyusun sebuah sistem yang awalnya hanya diikuti dua orang siswa dan kemudian dua orang itu mengajari dua orang lainnya. Saya sendiri baru bergabung dengan Garage Script pada Desember 2017. Sementara Jeff bergabung sebulan sebelum saya. Dari situ, kami terus menularkan ketrampilan koding.

Kami mengajarkan pada orang lain dalam kelas yang diadakan di perpustakaan umum di Santa Clara. Kami mendapatkan peserta dari pengumuman di Facebook dan Meetup.com dan peserta datang pada Sabtu ke perpustakaan untuk belajar koding selama dua jam. Para siswa yang sudah menguasai kemudian ditugaskan untuk menjadi mentor bagi siswa-siswa baru. Mereka ini biasanya adalah orang-orang yang berminat besar untuk bisa tumbuh dan berkembang sebagai engineer.

Cara belajar koding di Garage Script tidak hanya teoretis tetapi lebih bersifat praktik langsung (hands-on). Kami diajari untuk terjun langsung dalam penyelesaian proyek-proyek Garage Script. Kami terus menimba ilmu ini sembari berlatih. Bagi siapa saja yang ingin belajar lebih lanjut, bisa memperdalam setelahnya tapi untuk awalnya Anda hanya perlu belajar dengan berlatih. Dan begitu Anda sudah menguasai, Anda bisa mengajarkannya pada orang lain agar pengetahuan itu makin dalam lagi.

Untuk mempercepat gerakan ini, kami bertemu setiap Jumat untuk mendiskusikan pencapaian yang telah ada di pekan lalu dan menyusun target pencapaian berikutnya di pekan depan. Diskusi ini dipimpin secara bergiliran oleh semua orang dalam grup.”

J: “Kami berdua juga bertemu pertama kalinya dalam pertemuan rutin Garage Script. Saat itu Alvin ditawari temannya untuk datang belajar. Saya juga ikut dan kami bersua di sana. Saya mengajari Alvin soal koding.”

Ak: “Apa yang membuat Garage Script melakukan ini?
J: “Setelah pendiri kami mengajari pacarnya yang kemudian menjadi istrinya hingga bisa koding, ia terpikir untuk mengajarkannya juga pada orang lain. Ia berpikir tidak ada gunanya kaya raya dan hidup memikirkan diri sendiri. Ia bisa saja melakukan itu karena ia senior engineer di PayPal sehingga sebagian kekayaannya kini difokuskan pada pendanaan startup nirlaba ini. Yang ia inginkan dari ini semua ialah menyaksikan orang bisa tersenyum setelah bisa bertransisi ke jalur karier teknologi dengan sukses setelah menganggur atau hanya memiliki pekerjaan yang berupah rendah sebelumnya. Dan buktinya, lulusan-lulusan Garage Script mendapatkan tawaran untuk bekerja di perusahaan-perusahaan besar seperti Google, PayPal, bahkan Nike. Ia hanya ingin membantu orang lain. Dan kami beruntung bisa bekerja bersamanya dan termotivasi untuk melakukan hal baik yang sama. Tak hanya kami ingin terus belajar dengan lebih dalam tetapi kami juga ingin menyaksikan bagaimana orang-orang yang masuk senantiasa berkembang dari waktu ke waktu.”

Ak: “Di Indonesia, di mana orang bisa belajar dengan Garage Script?”
Al: “Di sini, kami ingin bermitra dengan Mozilla. Jeff sudah di sini selama 1,5 bulan. Dua pekan lagi kami akan meninggalkan Indonesia. Sejauh ini, kami membuka kursus di rumah seorang relawan. Dan ia juga dengan sukarela menyambut siapa saja untuk belajar koding di rumahnya. Garage Script cabang Jakarta (Jakarta GS) dirintis di sini.”

J: “Mozilla Indonesia Community Space akan menjadi mitra yang tepat dalam hal ini karena mereka juga memiliki audiens yang memiliki minta untuk koding. Dan kami juga memiliki anggota-anggota yang memiliki bakat mengajar. Dan dengan demikian, kami ingin mencapai tujuan demi kebaikan bersama.”

Ak: “Kenapa memilih Indonesia?”
Al: “Semula kami ingin ke Malaysia tetapi ada kendala dalam birokrasi. Seorang teman menawari kami peluang di sini dan kami kemudian mengalihkan fokus ke Jakarta. Kini kami mulai merintis komunitas kami di Lippo Karawaci, Tangerang. Kami bertemu di sana dan belajar koding dari pukul 9 sampai 5 sore.

Kami ingin orang bisa belajar sesuai kecepatannya sendiri. Ada yang bisa belajar lebih cepat, ada yang lebih lambat. Jeff misalnya ikut bootcamp kami dan kecepatan belajarnya sangat tinggi. Bootcamp ini berlangsung selama 3 bulan secara intensif dan setelah berakhir, diharapkan siswa bisa mendapatkan pekerjaan sebagai engineer. Tetapi untuk menjadi seorang engineer yang matang dibutuhkan banyak waktu dan prosesnya bisa sepanjang hayat karena ia harus terus memperbarui pengetahuan dengan teknologi yang terus berinovasi.

Untuk itu, kami ingin orang bisa belajar dengan kecepatan masing-masing. Tanpa harus terlalu banyak merasa stres dan tidak dalam suasana yang kompetitif karena kami paham mereka sudah ada banyak hal yang harus dipikirkan juga seperti menafkahi keluarga.

Ak: “Sudah berapa banyak orang Indonesia yang bergabung dalam Garage Script sampai saat ini?”
Al: “Sampai kini ada enam orang. Ada satu yang baru masuk universitas sehingga yang aktif 5 orang. Kami yakin bahwa semua orang bisa belajar ini tanpa memandang kebangsaan. Jika seseorang memiliki semangat besar dalam belajar, mereka bisa melakukannya. ”

Ak: “Bagaimana rencana selanjutnya Garage Script di Indonesia?”
Al: “Kami berencana membuka kursus secara rutin di Mozilla Indonesia Community Space pada hari kerja. Apa yang diajarkan hari ini ialah kurikulum hasil dari hasil kami belajar dan berdiskusi. Kami memulai dengan proyek yang bisa dikerjakan oleh siswa-siswa kami sendiri dan begitu mereka sudah bisa, mereka bisa diminta berkontribusi pada proyek tersebut juga nantinya.”

J: “Para siswa belajar sembari membangun website belajar kami tersebut. Sekarang tujuan kami yang perlu dicapai sebelum kami berdua meninggalkan Indonesia ialah untuk membangun komunitas di Jakarta yang terus berkelanjutan sehingga upaya kami terus berlanjut dan Garage Script terus tumbuh di sini. Kami ingin menarik sebanyak mungkin orang yang tertarik pada teknologi untuk belajar koding bersama kami. Dan begitu mereka sudah pandai, mereka bersedia mengajarkannya pada orang lain. Dengan begini, akan tercipta dampak positif yang lebih luas terhadap masyarakat luas. (*/Akhlis)