Banner

ava mozillians

ava reps

Reinventing Firefox for Android: a Preview

At Firefox, we’re passionate about providing solutions for people who care about safety, privacy and independence. For several months, we’ve been working on a new strategy for our Android products to serve you even better. Today we’re very happy to announce a pilot of our new browser for Android devices that is available to early adopters for testing as of now. We’ll have a feature-rich, polished version of this flagship application available for this fall.

^ Firefox Preview — our new mobile pilot app for Android

Always-on, always private: a new and improved mobile Firefox

Unlike Big Tech, which only recently started to put more emphasis on privacy, we launched Firefox Focusabout two and a half years ago, a mobile browser for iOS and Android that allows you to discover the web without being followed around by trackers. While continuously improving Firefox Focus over time, we realized that users demanded a full-fledged mobile browsing experience, but more private and secure than any existing app. So we decided to make Firefox more like Focus, but with all the ease and amenities of a full-featured mobile browser. The result is an early version of what we currently call Firefox Preview.

Bringing Firefox Quantum performance to mobile, with GeckoView

With Firefox Preview, we’re combining the best of what our lightweight Focus application and our current mobile browsers have to offer to create a best in class mobile experience. The new application is powered by Firefox’s own mobile browser engine — GeckoView — the same high-performance, feature enabling motor that fuels our Focus app.

You might remember how we revamped the engine behind the Firefox desktop browser in 2017 enabling us to significantly improve the desktop user experience. As a result, today’s Firefox Quantum is much faster, more efficient, equipped with a modern user interface and clearly the next-gen Firefox. Quite similarly, implementing GeckoView paves the way for a complete makeover of the mobile Firefox experience. While all other major Android browsers today are based on Blink and therefore reflective of Google’s decisions about mobile, Firefox’s GeckoView engine ensures us and our users independence. Building Firefox for Android on GeckoView also results in greater flexibility in terms of the types of privacy and security features we can offer our mobile users. With GeckoView we have the ability to develop faster, more secure and more user friendly browsers that deliver unprecedented performance.

To speak more specifically about features, here are some new functions Firefox Preview will offer, partially enabled by GeckoView:

  • Faster than ever: Firefox Preview is up to 2x faster than previous versions of Firefox for Android.
  • Fast by design: with a minimalist start screen and bottom navigation bar, Preview helps you get more done on the go.
  • Stay organized: Make sense of the web with Collections, a new feature that helps you save, organize, and share collections of sites. Quickly save and return to tasks like your morning routine, shopping lists, travel planning and more.
  • Tracking Protection on by default: Everyone deserves freedom from invasive advertising trackers and other bad actors so Firefox Preview blocks trackers by default. The result is faster browsing and fewer annoyances.

^ With Firefox Preview you’re browsing the mobile web faster, more efficiently and more privately

For more information about how we’re planning to use GeckoView in our product portfolio, check out this blog post on Mozilla Hacks.

Be among the first to test

Before we release products to the world, we run many different experiments and tests which we learn from and help us make our products better for real consumption. For example, our Firefox Quantum desktop browser has a beta release, a separate channel aimed at developers or early tech adopters to test upcoming features before they’re released to all consumers.

Likewise, what we’re releasing today is an early version for our experimental browser for Android users based on GeckoView. Firefox Preview is a separate mobile application primarily aimed at developers and early adopters who want to help us improve Firefox on Android. The user experience of this early version will differ significantly from the final product, planned for release later this year. We’re counting on our passionate users to try it now and provide the kind of feedback (via  This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it or on Github) that will enable us to release the best mobile Firefox possible and continuously improve GeckoView.

How our new mobile strategy affects existing products

For the rest of 2019, we’re going to direct our efforts into optimizing the entire Firefox experience on all Android devices. In order to have a strong foundation for the next generation of mobile Firefox browsers and put all our efforts and resources in GeckoView, work on Firefox Focus will currently be on hold. Don’t worry though, you can still keep using our privacy browser, Focus, as well as our current Firefox for Android.

Stay tuned for more!

We hope this update from the Firefox Mobile Team sparks excitement for the new mobile strategy we’re rolling out in 2019. We plan to take mobile browsing to a whole new level. No matter where, when or on which device, we at Firefox believe that you always deserve the best possible user experience. And we’ll do our best to bring it to your screens.

Try the preview of our new Firefox for Android, let us know what you think about this GeckoView-based mobile app and stay tuned.

 

Source : https://blog.mozilla.org/press/2019/06/reinventing-firefox-for-android-a-preview/

Liputan Mozlando 2018, Mozilla All Hands

Pada 3-8 Desember 2018 yang lalu, Mozilla mengadakan pertemuan All Hands di Orlando, Florida, Amerika Serikat mempertemukan ratusan karyawan Mozilla Corporation (MoCo), Mozilla Foundation (MoFo) dan para sukarelawan dari seluruh belahan dunia. Kali ini, ada empat orang mendapat kesempatan untuk hadir mewakili Indonesia: Yofie Setiawan, Rizki Kelimuttu, Dian Ina dan Fauzan Alfi. Sebagai informasi, Mozilla Reps Council di mana Yofie berperan saat ini merupakan salah satu bagian penting dari Mozilla Leadership yang turut menjembatani antara Mozilla dengan para sukarelawan yang tersebar di berbagai komunitas lokasi di seluruh dunia.

Pada AllHands kali ini, tim dari Indonesia berfokus pada topik-topik spesifik seperti kontribusi dalam pelokalan lewat L10n dan juga Support Mozilla yang biasa disebut SuMo. Sementara itu, Yofie sebagai salah satu Reps Council yang baru terpilih berfokus pada pertemuan inti seputar program dari Mozilla Reps, termasuk rencana program Mozilla Reps ke depan untuk dapat memberikan dampak yang lebih baik dan bisa berintegrasi dengan proyek-proyek dari Mozilla lainnya. Pada bagian Support Mozilla (SuMo) yang diwakili oleh Fauzan, bahasan pertemuan yang dilaksanakan lebih menekankan kepada bagaimana menyokong komunitas sukarelawan yang membantu penerjemahan dan pembuatan artikel Support untuk berbagai proyek dari Mozilla, termasuk juga strategi penyampaian dan tanggapan di media sosial sebagai salah satu luaran tim SuMo.

Secara umum, Mozilla sendiri pun membagikan target dan arah mereka pada tahun 2019 dan juga mengevaluasi berbagai hal yang sudah dilaksanakan selama tahun 2018. Mozilla terus berupaya agar bisa tetap relevan dan mengambil posisi yang penting dalam dunia internet ataentunya agar bisa terus menjadi bagian penting yang ikut menjaga kepentingan user dalam dunia internet atau online.

Pertemuan All Hands kali ini yang berlangsung beberapa hari ini tidak terasa melelahkan karena berbagai sisipan rekreasi juga seperti kunjungan ke Kennedy Space Center di Florida, dan juga The Wizarding World of Harry Potter, di Universal Orlando Resort, Florida.

Momen All Hands akhir tahun 2018 ini menjadi terasa spesial karena kami semua dapat berkumpul bersama dengan berbagai volunteer yang juga aktif dari berbagai belahan dunia lainnya, berinteraksi dengan rekan-rekan karyawan Mozilla lainnya untuk bisa mengenal mereka lagi serta berkolaborasi dengan lebih baik di masa yang akan datang.

#KelasMozilla - Belajar Pelokalan dengan Pontoon

Kelas Mozilla adalah kegiatan yang diadakan oleh Mozilla Indonesia di mana Mozillian bersama-sama berkontribusi dan menjadi bagian dalam suatu proyek Mozilla. Proyek-proyek Mozilla banyak dipakai orang-orang dari segala penjuru dunia. Memiliki proyek dengan bahasa lokal akan membantu menciptakan pengalaman produk yang lebih familiar bagi para pengguna. L10n (localization) atau pelokalan adalah salah satu cara berkontribusi dengan menerjemahan proyek-proyek Mozilla dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia.

Readmore

Help Wanted! #MozSpaceJKT Open Source Project

Komunitas Mozilla Indonesia sedang mengembangkan sebuah proyek open source untuk mengelola ruang komunitas Mozilla Community Space Jakarta berikut dengan daftar hadir peserta. Proyek ini menggunakan Vue.js dari sisi client dan Node.js + MongoDB di sisi server. Untuk menyempurnakan proyek ini, kami butuh bantuan teman-teman yang mempunyai skill coding untuk codetribute (kontribusi berupa code) dan mengajak teman-teman sekalian untuk berkolaborasi dan ngoprek bareng. Proyek ini berupa aplikasi berbasis web. Proyek sudah berjalan, maka kontribusi yang akan dilakukan lebih kepada bug fixing dan penambahan fitur.

Teman-teman yang ingin membantu, sebaiknya sudah familiar dengan:
- Web fundamental (HTML, CSS dan JavaScript)
- Lebih baik jika sudah terbiasa menggunakan: Git dan Github, NPM.

Teman-teman yang ingin hadir dianjurkan untuk membawa laptop masing-masing.

Acara ini akan diarahkan oleh @dikyargaid, salah satu Mozilla Tech Speaker, yang juga berprofesi sebagai Front End Developer di Bukalapak.com. Diky Arga adalah project lead dari proyek ini.

Minggu, 7 April 2019
14.00 - 18.00 WIB
#MozSpaceJKT

Registrasi: http://bit.ly/MozOprek

Kami sangat membutuhkan kamu, mari ngoprek bareng. Sampai berjumpa!

Kelas Mozilla - Common Voice Sprint

Kelas Mozilla adalah kegiatan yang diadakan oleh Mozilla Indonesia di mana Mozillian bersama-sama berkontribusi dan menjadi bagian dalam suatu proyek Mozilla. Proyek Common Voice adalah inisiatif Mozilla untuk membuat perangkat yang mengajari mesin bagaimana manusia sebenarnya berbicara menjadi lebih terbuka, mudah diakses dan inklusif. Oleh karena itu, Mozilla mengumpulkan suara dari seluruh dunia dengan harapan dapat membangun dataset suara sumber terbuka terbesar. Data ini kemudian dapat digunakan untuk membuat perangkat pengenal suara sumber terbuka sebaik produk komersial yang saat ini ada di pasaran.

Readmore

Firefox Developer Tools & CSS Wizarding World

Belum pernah mendengar Firefox Developer Tool? Atau sudah pernah, tapi belum tahu fitur apa yang menarik dari Firefox Developer Tool?
Dalam MozKopdar kali ini, kami akan membahas tentang Firefox Developer Tool secara sepsifik. Topik ini akan dibawakan oleh seorang Mozilla Tech Speaker sekaligus Mozilla Reps, @alexlakatos.

Setelah itu, akan ada juga presentasi tentang macam-macam pembaruan dari teknologi CSS yang dipandu oleh Mozilla Tech Speaker yang berdomisili di Singapore, @hjchen, yang akan menjelaskan bagaimana membuat layout dengan CSS sekarang jauh lebih mudah dengan berbagai properties baru seperti Grid, Flexbox, dan BoxAlignment.

Minggu, 16 Desember 2018
14.00 - 17.00
#MozSpaceJKT

Registrasi: http://bit.ly/MozKopdarDec2018

Pertemuan Pelokalan Mozilla Asia Tenggara di Hanoi

Pertemuan pelokalan (localisation) Mozilla kawasan Asia Tenggara tahun ini diselenggarakan pada pertengahan November di Hanoi, Vietnam. Acara kali ini dihadiri oleh kawan-kawan pelokal dari Mozilla Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Thailand, Indonesia, dan, tentunya, Vietnam. Selain itu, ada pula kawan-kawan dari Mozilla Amerika Serikat dan Jerman.

Beberapa tim mengemukakan kendala yang dihadapi, yang pada gilirannya dapat memberikan gambaran potensi masalah yang bisa jadi juga akan ditemui tim-tim lain di masa depan. Kawan-kawan dari Malaysia, misalnya, mendapati semakin sulitnya merekrut dan mengelola sukarelawan pelokal baru. Kawan-kawan dari Filipina, di sisi lain, menjumpai masalah pelestarian bahasa yang lebih serius karena Pemerintah Filipina dirasa belum terlalu bersungguh-sungguh mengamanatkan pengajaran bahasa Tagalog dalam kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah dasar dan sekolah-sekolah menengah.

Di sini kami juga berbagi kiat dan saran. Yang menurut saya paling menarik adalah langkah yang ditempuh kawan-kawan dari Kamboja yang mengupayakan kerja sama dengan pemerintah setempat, khususnya dengan otoritas pendidikan dan kebudayaan. Hal ini penting karena perkembangan dan pengembangan peradaban mau tidak mau akan terus-menerus menempatkan kita pada situasi di mana bahasa Inggris akan menjadi semakin familier dalam interaksi berbasis teknologi komunikasi dan informasi sehari-hari, meninggalkan bahasa-bahasa lokal berjuang sendiri agar tidak tergerus derasnya arus modernisasi dan globalisasi.

Kami dari Indonesia berusaha untuk melakukan perbaikan yang berkelanjutan. Dalam konteks pembangunan pelokalan baru, potensi permintaan-permintaan pelokalan bahasa daerah kemungkinan akan terus bermunculan seiring kesadaran dan kepedulian akan pentingnya pelestarian bahasa ibu. Diperlukan penjaminan mutu awal yang baik sejak tahap perencanaan dan pelaksanaan, seperti prasyarat ketersediaan dan kebersediaan penutur jati dalam tim, pembiasaan interaksi dengan antarmuka aplikasi yang disepakati, dan pemenuhan target secara bertahap dari proyek-proyek kecil menuju proyek-proyek besar. Sekadar informasi, permintaan pelokalan bahasa daerah yang saat ini sedang ditindaklanjuti adalah pelokalan bahasa Makassar.

Sementara itu, dalam konteks pengembangan pelokalan yang telah tersedia, tantangan terbesarnya adalah bagaimana mempertahankan kemanfaatan dan kepraktisan terjemahan tiap-tiap pelokalan. Dibutuhkan penjaminan mutu lanjutan di tahap pemantauan dan evaluasi, seperti pengukuran keberhasilan, penyesuaian target jangka panjang, dan penyelenggaraan pertemuan rutin tahunan. Saat ini telah tersedia empat bahasa daerah yang digarap yaitu bahasa Aceh, bahasa Sunda, bahasa Jawa, dan bahasa Gorontalo.

Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi mesin akan perlahan-lahan menandingi fungsi asalinya sebagai alat komunikasi insani seiring pesatnya pergeseran interaksi dari manusia-ke-manusia menjadi manusia-ke-mesin-ke-manusia. Kecenderungan generasi muda yang lebih banyak menghabiskan waktu aktifnya berkomunikasi nonverbal dengan perantaraan berbagai gawai dan peranti alih-alih berkomunikasi verbal dan langsung dengan orang-orang di sekitarnya juga seakan mengiakan gejalanya. Peran serta kita semua sangatlah penting guna melestarikan bahasa-bahasa kita, salah satunya adalah dengan menjadikannya sebagai alat komunikasi pada situs-situs web yang kita kunjungi dan aplikasi-aplikasi perangkat lunak yang kita pakai sehari-hari.

Semoga bermanfaat!

Ditulis oleh : Armen Ringgo

Mozilla Announces Firefox Lite Rebranding, Introduce Firefox ScreenshotGo to Indonesian Market, and New Partnership to boost Ecosystem across Asia

Jakarta, November 1, 2018 - Mozilla, a non-profit pioneer and advocate for the open Web, launched Firefox Rocket last November in Jakarta. The browser that was designed to specifically catered Indonesian mobile users, has been gaining popularity for its fast, lite package and data-efficient web browsing. To celebrate the browser’s first anniversary, Mozilla announces today (11/1) that Firefox Rocket is officially being rebranded as Firefox Lite and will partner with ExpressVPN, the global leader in consumer VPN service, to provide Asian users with more secure and private browsing experience.

“With more than 130 million mobile Internet users, Indonesia is definitely one of the most important markets to fulfill Mozilla’s mission,” said Joe Cheng, Head of Product Mozilla Asia. “We conducted multiple studies to better understand the needs and desires of mobile Internet users in Indonesia, and designed Firefox Lite based on the result of those studies. So, for us to witness how the browser has been positively received by users over the past year is extremely exciting for all of us at Mozilla.”

According to Mozilla’s internal data, Firefox Lite has saved more than 4,000+ hours (around 166+ days/5+ months) of Internet users time since it’s launch. Mozilla also estimates that Firefox Lite’s Turbo Mode, which blocks third-party content such as ads on web pages, has saved more than 25,000+ hours (around 3 years) of our users’ time over the last year. No wonder, Firefox Lite is one of the highest-rated (4.6 stars) browsers in the Play Store, faring better other major browsers in the market.

The size of Firefox Lite is less than 3.5MB, which is less than 10% of the size of many major browsers in the market. Because Firefox Lite is lightweight, users can stay updated on the newest offerings from Firefox Lite and not have to worry about spending much of the data to update the app. This is especially important in a market like Indonesia, considering that almost half (46%) of Indonesian mobile Internet users are not using broadband (3G/4G) connection as reported by We Are Social earlier this year.

To enable more people to enjoy the power of the open Web, Mozilla continues to invest in strengthening product lines and building strategic partnerships across Asia. Today Mozilla is announcing the establishment of a partnership with ExpressVPN in Asia.  “We are proud to see the rapid adoption of Firefox Lite and to provide a more secure browsing experience together with ExpressVPN. We see VPNs as a critical tool for Internet security and privacy. With such a strong partnership, we can bring a new level of mobile experience for our users.” said Charles P.C. Chen, Head of Business Development, Mozilla Asia. “

Mozilla aim to build the Internet as a global public resource, open and secure for Indonesia. Now, Indonesia users can enjoy exclusive 7-day trial of ExpressVPN, enabling them to use the service free of charge on their Android phone.

Firefox ScreenshotGO beta

At the same event, Mozilla also introduces another new app that is exclusive for Indonesian Android users called Firefox ScreenshotGo beta. This application aims to help users capture information from various apps. Combining efficiency and user-friendliness, the application helps users to take, organize, and find screenshots in just seconds. ScreenshotGo also featured with Text Recognition which allows users to extract texts from a screenshot and copy them for any needs.

“Many Indonesian users take screenshots of articles and interesting items from social media with their browser. We understand users also spend a lot of time on apps. With Firefox ScreenshotGo, we want to help users take, organize, and find screenshots taken from across apps. One of the most exciting feature in Firefox ScreenshotGo is Text Recognition, which enables users to quickly search for relevant contents on the web again” added Cheng.

 

Download Now

Firefox Lite: https://mzl.la/2JelSEd

Firefox ScreenshotGo beta: https://mzl.la/2zbs6Ab

 

About Mozilla

Mozilla is a pioneer and advocate for the Open Web for more than 15 years. We create and promote open standards that enable innovation and advance the Web as a platform for all. Today, hundreds of millions of people worldwide use Mozilla Firefox to experience the Web on computers, tablets and mobile devices. For more information, visit www.mozilla.org.

Readmore
Page 1 of 14